• Home
  • Features
    • Multi DropDown
      • DropDown 1
      • DropDown 2
      • DropDown 3
    • ShortCodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Advertorial
  • Food Review
  • Hotel
  • Travel
  • Beauty
  • Event
  • Kbba
    • Web Documentation
    • Video Documentation
  • Personal

Qaseh Dalia's Blog

muehehehe...
hari ni nak share software or tah org pggil ape..aplikasi kot?hihihi whatever lah..tapi untuk mengedit foto lebih comel..maybe de yang dah tahu..n de yang xtahu....
banyak gak function2 yang ade lam foto editor nih...
nnt qaseh tunjukkan contoh kat bawah ni ye...
korang leh download photo editor ni kat cni 
http://xiuxiu.meitu.com/
tapi korang pndai2 lah..sbb benda ni versi cina so korang hentam je lah..heheh donwload kat kotak warne kuning tu ye..
 ni yang ori..
 qaseh edit n buh bulu mate palsu
 
n then leh edit buh lak gincu..ngeeee..macam antuuu lak

yang ni pulak..boleh letak mcm2 gif pic..byk sgt koleksi yang ade n sumenye cute2..
contoh

yang ni korang leh potong kepale korang..byk agy kartun2 nye
 haha cian hubby ku..nak karate sape lah



yang ni pulak..kalau kat fotoshop pun ade...boleh kerat pic korang n letak kat tempat korang nak..tp pic2 latar belkang mmg dah ade dlm xiu2 ni..

 


dan banyak lagi boleh buat.....kalau korang nak korang download lah free jep..hihihihi...yang pndai edit tu edit lah sepuas2nye...
gud luck....


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur2 dibawah keteduhanrendang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “marilah ke sini
bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin
sekali memiliki mainan, tapi aku tak ada duit untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “aduh, maaf aku pun tak ada duit… tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau boleh mendapatkan duit
untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu
memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. “marilah bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya
waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf
aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata
pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat
anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon
apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata
pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup
tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah
kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf
anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah
apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon
apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku
benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah
sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar
pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari,
marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

P/S:
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita....


Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran “Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”



 First time dengar lagu ni..macam xbez je...tu pun dia yang suruh dengar...tapi lame2 dengar bez jugak....patutlah dia minat sangat lagu ni..hihihihi jiwang betull...

Ketika cinta yang
Yakini diriku hadir dalam hariku
Tak mungkin ku berpaling
Meninggalkan ketulusan

Walau nanti kau takkan pernah bersamaku lagi

Atau ku telah tiada takkan kembali


Kubangga kubisa

Mencurahkan rasa
Yang dahulu tak pernah ada
Kan ku beri cinta
Yang selalu terjaga
Indah dan abadi adanya

Walau nanti kau takkan pernah bersamaku lagi
Atau ku telah tiada takkan kembali

Kubangga kubisa
Mencurahkan rasa
Yang dahulu tak pernah ada
Kan ku beri cinta
Yang selalu terjaga
Indah dan abadi adanya

Kubangga kubisa
Mencurahkan rasa
Yang dahulu tak pernah ada

Kubangga kubisa
Mencurahkan rasa
Yang dahulu tak pernah ada

Kubangga kubisa
Mencurahkan rasa
Yang dahulu tak pernah ada





    
1) ALWAYS BE THERE
Allahuakbar…

If you ask me about Allah
And what I know about it
I’ll answer will be .....

It’s everything about Allah
The pure love to our soul
Who have created you and me,
The heaven and whole universe
The One that made us hold and free
The Guardian of His True believers

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promises to you
He’ll always be there
To bless us with His love and His mercy coz
As He promises to you
He’ll always be there

He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in our little heart
So when you lose your way to Allah
You should turn
As He promises to you He’ll always be there ...

Could bring the sun from the darkness
Into the light
Subhanallah
Capable of everything
Should never feel afraid of anything
As long as we follow His guidance
All the way through a short time
We have in this life
Soon it’ll all be over
And we’ll be in His heaven
And we’ll all be fined

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promises to you
He’ll always be there
To bless us with His love and His mercy coz
As He promises to you
He’ll always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in our little Heart
So when you lose your way to Allah
You should turn
As He promises to you He’ll always be there

Allahuakbar
2) YA NABI SALAM ALAYKA

أنتَ نورُ اللـَّهِ فـَجرًا
جـِئتَ بَعدَ العُسر يُسرًا
رَبُّنا أعلاكَ قـَدرًا
يا إمامَ الأنبياءِ

أنتَ فى الوجدان حَىٌّ
أنتَ لِلعـَينـَين ضـَىٌّ
أنتَ عِندَ الحَوض رىٌّ
أنتَ هادٍ وَصَفىٌّ
يا حَبيبى يا مُحَمَّد

يا نـَبىّ سَلام عَلـَيكَ
يا رَسول سَلام عَلـَيكَ
يا حَبيب سَلام عَلـَيكَ
صَلـَواتُ اللـَّه عَلـَيكَ

يَرتـَوى بـِالحُبِّ قـَلبى
حُبِّ خـَير رُسل رَبّى
مَن بـِهِ أبصَرتُ دَربى
يا شـَفيعى يا رَسولَ اللـَّه

أيُّها المُختارُ فينا
زادَنا الحُبُّ حَنينا
جـِئتـَنا بـِالخـَير دينا
يا خِتامَ المُرسَلينَ
يا حَبيبى يا مُحَمَّد

Anta noorol lahy fajran (You are the light of Allah at dawn)
Jeita baadal osry yosran (You came after the hardship as convenience)
Rabbona aalaka kadran (Our God raised up your position)
Ya imam al anbeya'ee (Oh Imam (Leader) of the Prophets)

Anta fel wejdany hayyon (You are alive in sentiment)
Anta lel aynayny dayyon (You are the light of eyes)
Anta endal hawdy reyyon (You are the irrigation at the Hawd (basin))
Anta haden wa safeyyon (You are the absolutely pure guide)
Ya habeeby ya muhammad (My beloved Muhammad)

Ya nabey salam alayka (Oh Prophet, peace be upon you)
Ya rassool salam alayka (Oh Messenger, peace be)
Ya habeeb salam alayka (Oh beloved, peace be)
Salawatol lah alayka (The prayers of Allah be)

Yartawee bel hobby kalby (My heart irrigates with love)
Hobby khayry rosly rabby (The love of the best of Messengers of my God)
Man behee absarto darby (Whom by him I have seen my path)
Ya shafee'ee ya rassool allah (My intercessor, Oh Messenger of Allah)

Ayyohal mokhtaro feena (Oh, the chosen out from us)
Zadanal hobbo haneena (Love boosted up the nostalgia)
Jeitana bel khayry deena (You came for us with religious peace)
Ya khetamal morsaleena (Oh, final Messenger) Ya habeeby ya muhammad (My beloved Muhammad)
3) INSYAALLAH

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astraYou’re the only one that showed me
the way,
Showed me the way x2
Insha Allah x3
Insya Allah we’ll find the way

4) THANK YOU ALLAH

I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
further and further away from you

Ooooo Allah, you brought me home
I thank you with every breath I take

الحمد لله الحمد لله
All praises to Allah

I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud
to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And that's when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you

الحمد لله
All praises to Allah

Allah, I wanna thank you
I wanna thank you for all the things that you've done
You've done for me through all my years I've been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope

O Allah, I wanna thank you
I wanna thank you for all the things that you've done
You've done for me through all my years I've been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank you for bringing me home

الحمد لله
All praises to Allah

5) BARAK ALLAHU LAKUMA

We're here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together
We're gathered here to celebrate
A moment you'll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever

Let's raise our hands and make Do'a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let's all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

From now you'll share all your chores chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter

Let's raise our hands and make Do'a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let's all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

بارك الله
بارك الله لكم ولنا

الله بارك لهما
الله أدم حبهما
الله صلّي وسلّم على رسول الله

الله تب علينا
الله ارض عنا
الله اهد خطانا
على سنة نبينا

Let's raise our hands and make Do'a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let's all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

6) FOR THE REST OF MY LIFE

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
OOOOO
And theres a couple words I want to say
Chorus:
For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Through days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I…I`ll be there for you
I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together in jannah
Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
OOOO
And theres a couple word I want to say
*Repeat Chorus
I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally
Repeat Chorus
I know that deep in my heart..
7)HOLD MY HAND
I hear the flower's kinda crying loud
The breeze's sound is sad
Oh no...
Tell me when did we become
So cold and empty inside
Lost a way long time ago
Did we really turn that blind
We don't see that we keep hurting each other no
All we do is just fight
Now we share the same bright sun, the same round moon
Why don't we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we`ve left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let's pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
Hold my hand....
Children seem like they've lost their smile
On the new blooded playgrounds
Oh no...
How could we ignore
heartbreaking crying sounds
And we're still going on
Like nobody really cares
And we just stopped feeling all the pain because
Like it's a daily basic affair
Now we share the same bright sun, the same round moon
Why don't we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we`ve left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let's pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
No matter how far I might be
I'm always gonne be your neighbour
There's only one small planet where to be
So I'm always gonna be your neighbour
We cannot hide, we can't deny
That we're always gonna be neighbours
Your neighbour, my neighbour
We're neighbours
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we`ve left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let's pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you

Suami saya adalah serorang jurutera, saya mencintai sifatnya yang semulajadi dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika bersandar dibahunya.3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahawa saya mulai merasa letih…lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus.

Saya merindui saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang sentiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya. Tetapi, semua itu tidak pernah saya perolehi. Suami saya jauh berbeza dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkahwinan kami telah mematahkan semua harapan saya terhadap cinta yang ideal. Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahawa saya inginkan penceraian. ”Mengapa?” Dia bertanya dengan nada terkejut.

“Siti letih, Abang tidak pernah cuba memberikan cinta yang saya inginkan.” Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang boleh saya harapkan daripadanya? Dan akhirnya dia bertanya.

“Apa yang Abang boleh lakukan untuk mengubah fikiran Siti?” Saya merenung matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan.

“Siti ada SATU soalan, kalau Abang temui jawapannya di dalam hati Siti, Siti akan mengubah fikiran Siti; Seandainya, Siti menyukai sekuntum bunga cantik yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk Siti?”

Dia termenung dan akhirnya berkata, “Abang akan memberikan jawapannya esok.” Hati saya terus gundah mendengar responnya itu.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menenui selembar kertas dengan coretan tangannya di bawah sebiji gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. ..

‘Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan Abang untuk menjelaskan alasannya.” Kalimah pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya.

“Siti boleh mengetik di komputer dan selalu mengusik program di dalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang supaya boleh membantu Siti untuk memperbaiki program tersebut.”

“Siti selalu lupa membawa kunci rumah ketika Siti keluar, dan Abang harus memberikan kaki Abang supaya boleh menendang pintu, dan membuka pintu untuk Siti ketika pulang.”

“Siti suka jalan-jalan di shopping Kompleks tetapi selalu tersasar dan ada ketikanya sesat di tempat-tempat baru yang Siti kunjungi, Abang harus mencari Siti dari satu lot kedai ke satu lot kedai yang lain mencarimu dan membawa Siti pulang ke rumah.”

“Siti selalu sengal-sengal badan sewaktu ‘teman baik’ Siti datang setiap bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk memicit dan mengurut kaki Siti yang sengal itu.”

“Siti lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau Siti akan menjadi ‘pelik’. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkan Siti di rumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan hal-hal kelakar yang Abang alami.”

“Siti selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesihatan mata Siti, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kukumu dan memandikanmu. “

“Tangan Abang akan memegang tangan Siti, membimbing menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”

“Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Kerana, Abang tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematian Abang.”

“Sayangku, Abang tahu, ada ramai orang yang boleh mencintaimu lebih daripada Abang mencintai Siti.”

“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, mata Abang tidak cukup bagi Siti. Abang tidak akan menahan diri Siti mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan Siti.”

Airmata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuatkan tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi.

“Dan sekarang, Siti telah selesai membaca jawapan Abang. Jika Siti puas hati dengan semua jawapan ini, dan tetap inginkan Abang tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, Abang sekarang sedang berdiri di luar sana menunggu jawapan Siti.” “Tetapi, jika Siti tidak puas hati, sayangku…biarkan Abang masuk untuk mengemaskan barang-barang Abang, dan Abang tidak akan menyulitkan hidupmu. Percayalah, bahagia Abang bila Siti bahagia.”

Saya terpegun. Segera mata memandang pintu yang terkatup rapat. Lalu saya segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah gusar sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh! Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah beransur-ansur hilang dari hati kita kerana kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam ‘kewujudan’ yang kita inginkan, maka cinta itu telah hadir dalam ‘kewujudan’ yang tidak pernah kita bayangkan sebelum ini. cuba kita ambil ikhtibar dari cerita ini..:)
Newer Posts

Cari Blog Ini

Jumlah Paparan Halaman

Tuan Tanah

Tuan Tanah
Contact me at dalia_adelia@yahoo.com

Catatan Popular

  • Awana SkyWay | Naik Cable Car ke Genting Highland
  • Bercuti di PENANG | Tempat Menarik di Pulau Pinang |Bukit Bendera
  • my First contest ~ 'edit foto contest'
  • Kelebihan Eucerin ProAcne A.I Clearing Treatment | Bebas Jerawat Dalam Masa 14 Hari
  • Percutian Bujet Cameron Highland part 1 | Tempat Menarik di Cameron Highland
  • 99 Wonderland Park Selayang | Pemandangan Cantik di Waktu Malam
  • Resepi Tortilla Wrap Daging Kisar Paling Mudah

Label

Luahan hati PRODUCT REVIEW advertorial beauty buffetramadhan contest n ga diari ummi diarimengandung event food review hotel kelab blogger ben ashaari parenting personal qasehmasak resepi skincare spa travel tutorial

Arkib Blog

Created By SoraTemplates | Distributed by GooyaabiTemplates