Menanti dan terus menanti ..

1 ulasan:
Assalamualaikum

penantian itu satu penyiksaan 
hai im mrs poyo !

orang kata penantian tu satu penyiksaan , betul ke ? haii aku rasa aku rasa betullah tu , tapi xde lah tersiksa sangat , adakala buat2 tersiksa je .. lebih-lebih lagi menanti toilet bila rasa ... err2 tu yang paling siksa kot , mesti korang pernah rasa kan siksa yang cenggitu , aihhh rasa nak tendang je pintu toilet tu laju-laju haha tapi bila buat cenggitu apa pulak akan jadi , so biar kan la tersiksa , yang pasti sementara cuma

tapi tu dari segi fizikal , bila menanti yang melibatkan perasaan dan mental ni , hurmm agak tekanan jugak , menanti sebuah jawaban , eh mcm lagu PADI pulak .. haaaaaa penat la weh , siksa dah menanti dan terus menanti ni dan menanti , menanti terus menanti sampai pengsan , ada orang tu menanti hingga hujung nyawa , isy isy kenapa la manusia ni suka membunuh diri dia sendiri melalui harapan yang sememangnya tak pasti dan xde gunanya langsung , ni lah org kata ikut hati mati ! betullah tu hati tu dah mati .. hurmm berapa banyak 'ti' pun aku tak pasti 

sejujurnya kdg-kdg betul penantian tu satu penyiksaan , tapi andainya tiada penantian tidaklah rasa 'rare' hidup ni , tak salah pun nak menanti apa pun jua , tapi jangan sampai membunuh diri sendiri , dan juga jangan terlalu kecewa dengan apa yang kita tunggu tu tak berakhir dengan apa yang kita sangkakan .. bak kata seseorang , hidup kat dunia ni kena berpaksikan pada yang satu , yang pasti setiap sesuatu tu pasti berakhir dengan kebaikan , walaupun jalan tu penuh duri dan taik , andai kita berprasangka baik dengan Tuhan kita yang satu iaitu ALLAH , pasti akan berakhir dengan kebaikan , 

cuma masalah nya kita yang tak pernah sabar dalam menunggu .. kembali pada DIA , DIA akan berikan lebih dari apa yang kita inginkan ,,

adios ~ pergi kerja dulu bye bye 



1 ulasan:

Pondok Usang berkata...

Aku yang masih disini
Bertemankan rindu dalam sepi
Aku yang setia menanti
Menunggu jawapan yang belum pasti
Akan ku temui bilakah direstui nanti

Aku yang kian sendiri
Bertemankan bayangan diri
Aku yang masih lagi mencari
Menatap gambaran lukisan hati
Yang engkau beri tika mula
Aku kenali dulu

Penantian satu penyiksaan
Dalam kebuntuan sebuah kesampaian
Di ulit sepi yang mencengkam
Bagaikan pungguk merindukan
Bulan purnama
Indahnya nun jauh di sana

Cinta ku beraja di hati
Tiada istilah tandus lagi
Hanya takdir yang akan merestui
Pertemuan perpisahan ini
Kita berdoa bersama
Agar bertemu kita semula

Catatan Popular

No reproduction of the materials from this website and its accompanying associative social media channels are to be used in other third party sites without written a consent by Qaseh Dalia

All images, text and video content used must first be given permission by author.

For further inquiries, shoot an email at:
dalia_adelia@yahoo.com
@2010 | www.qasehdalia.com