Mangkuk Yang Cantik , Madu dan Sehelai Rambut

14 ulasan:
Assalamualaikum ..

Rasulullah S.A.W dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ada dalam mangkuk tersebut


Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abubakar r.a berkata :
"iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut". 


Umar r.a. berkata :
''kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


Utsman r.a. berkata:
"ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". 

'Ali r.a. berkata:
 "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut". 

Fatimah r.ha.berkata :
 "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut". 

Rasulullah SAW berkata :
 "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut". 

Malaikat Jibril AS berkata :
 "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut". 

Allah SWT berfirman :
" Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”


hati berbicara :
hurmm kadang2 kita hambaNYA yang penuh dengan kekurangan menganggap segala amal yang perlu kita lakukan sangat sulit dari meniti sehelai rambut .. tapi bila buat kejahatan sangat2 senang ... 
T_T
apakah ada kemanisan pada diri kita melebihi manisnya madu ?

14 ulasan:

Prince Halilintar berkata...

bestnye prince bace entri ni..=)

byk pengajarannya..

FasiHaH SupiaN berkata...

subhanallah.....

Lea Isnawi berkata...

maasing2 punyai pendapat tersendiri

paling suka pendapat Uthman ra :)

JIJI YU berkata...

daripada tiga perkara je tu

MYA EL QAYREENA AZRYAN berkata...

takutnye menanti waktu itu tibe...allahuakbar...

abadi romeo berkata...

manusia lebih cenderung melakukan kejahatan fari kebaikan kerana imannya yang sangat nipis seperti sehelai rambut..

budak penjara berkata...

sehelai rambut pompuan aurat..heeee

ghost writer berkata...

setiap dari apa yang diperkatakan tentang perbandingan itu adalah tepat dan benar.ia saling berkaitan dan dijadikan panduan.cuma ia dilupakan.

Fara E's berkata...

ya2 , buat jahat sgt senang tp effect ? T.T

~Nana 귀여운~ berkata...

suka sama entry nie...surga tuhan lebih cantik dari mangkuk kan..huhu

Mira Amirudin berkata...

Tersentap baca..apa2 pun thanks for sharing...

Yana Kama berkata...

Menarik..thanks for sharing..nampak simple je kan, mangkuk,madu dan rambut..

delarocha berkata...

sangat sulit membuat kebaikan, pasti sulit di kemudian hari.

mas saari berkata...

betul tu..jadi janganlah amik mudah dalam menlaksanakan ibadah kita!


nice sharing..

Catatan Popular

No reproduction of the materials from this website and its accompanying associative social media channels are to be used in other third party sites without written a consent by Qaseh Dalia

All images, text and video content used must first be given permission by author.

For further inquiries, shoot an email at:
dalia_adelia@yahoo.com
@2010 | www.qasehdalia.com